Widget laporan Commerce mengubah data pesanan, produk, langganan, dan stok Anda menjadi kartu angka dan grafik di Laporan → Dashboard. Panduan ini menjelaskan cara memasangnya, arti tiap metrik, dan hal-hal yang membuat angkanya berbeda dari perkiraan.
Sebelum mulai
Widget membaca data yang sudah ada — tidak ada yang perlu diaktifkan. Tapi beberapa metrik butuh data pendukung:
- Margin dan Nilai Stok membutuhkan harga modal pada produk (Commerce → Produk → tab Akuntansi).
- Stok Menipis dan Stok Habis hanya menghitung produk dengan lacak inventaris aktif.
- MRR membutuhkan langganan berstatus aktif.
- Top Afiliasi membutuhkan afiliasi dengan persentase komisi terisi.
Metrik yang datanya belum ada akan tampil sebagai 0 atau tanda strip, bukan error.
Cara tercepat: dashboard siap pakai
- Buka Laporan → Dashboard.
- Klik Dashboard Commerce di kanan atas.
- Anda langsung diarahkan ke dashboard baru berisi 18 kartu.
Tombol ini aman ditekan berkali-kali — kalau dashboard bernama "Commerce" sudah ada, Anda hanya dibawa kembali ke dashboard yang sama, bukan membuat duplikat.
Susunannya: baris angka utama (omzet diterima, rata-rata nilai pesanan, jumlah pesanan, margin), lalu tren omzet dan komposisi status, produk terlaris dan kanal penjualan, komposisi pelanggan, peta jam ramai, dan terakhir baris kesehatan stok.
Menambah widget satu per satu
- Di dashboard mana pun, aktifkan Mode Edit, lalu klik Tambah Widget.
- Pilih tab Commerce (36 template) atau Inventory (6 template).
- Klik kartu yang diinginkan — widget langsung muncul di dashboard dan bisa digeser atau diubah ukurannya.
Membuat widget sendiri
Kalau template belum cukup, buka tab Custom dan pilih salah satu sumber data baru:
- Pesanan — status, status pembayaran, total, subtotal, ongkir, diskon, pelanggan, kanal penjualan, metode pembayaran, afiliasi, tanggal.
- Item Pesanan — nama produk, varian, SKU, jumlah, harga satuan, total baris. Cocok untuk peringkat produk.
- Produk — status, tipe, harga, modal, kategori, jumlah stok.
- Langganan — status, frekuensi, produk, pelanggan, tanggal tagihan berikutnya.
Tersedia sebagai Counter, Pie, Bar, dan Tabel. Untuk grafik nilai uang, pilih agregasi SUM pada kolom seperti total atau totalPrice.
Pengelompokan yang sering dipakai: Status Pembayaran (Lunas/Belum/Refund) untuk ringkasan cepat, Tipe Kanal Penjualan untuk membandingkan POS, website, dan GrabFood, serta Metode Pembayaran untuk melihat preferensi pelanggan.
Arti metrik uang
- Penjualan Kotor — total nilai pesanan yang dibukukan, sudah dibayar atau belum.
- Omzet Diterima — uang yang benar-benar masuk. Termasuk pesanan yang dibayar lewat payment gateway meskipun tidak ada baris pembayaran manual yang tercatat, sehingga angkanya tidak lebih rendah dari kenyataan.
- Tingkat Penagihan — Omzet Diterima dibagi Penjualan Kotor.
- Piutang — sisa yang belum dibayar pada pesanan yang belum lunas.
- Margin Kotor — Omzet Diterima dikurangi harga pokok barang yang sudah dikirim.
- Rata-rata Nilai Pesanan — rata-rata total pesanan pada periode terpilih.
- Tingkat Diskon — total diskon dibagi subtotal.
Semua nilai uang memakai simbol mata uang dari Commerce → Pengaturan, sama seperti pada invoice.
Metrik pelanggan dan stok
- Pelanggan Berulang — persentase pembeli yang memesan lebih dari sekali pada periode terpilih. Pesanan tanpa kontak (tamu) tidak dihitung karena identitasnya tidak diketahui.
- Baru vs Kembali — omzet dari pembeli pertama kali dibandingkan pembeli lama. Perhitungannya melihat seluruh riwayat pesanan, jadi pelanggan yang pertama membeli tahun lalu tetap dihitung sebagai "kembali".
- Jam Ramai Penjualan — jumlah pesanan per hari × jam.
- Nilai Stok — jumlah stok dikali harga modal produk.
- Perputaran Stok — harga pokok penjualan dibagi nilai stok saat ini.
- Belanja Pembelian — nilai barang yang diterima dari vendor pada periode terpilih.
Metrik stok hanya menghitung lokasi internal (gudang atau toko nyata). Lokasi virtual seperti Vendor, Customer, dan Transit sengaja dikecualikan, karena lokasi tersebut hanya pasangan pembukuan pada pergerakan stok.
Filter tanggal
Filter tanggal di bagian atas dashboard berlaku untuk semua widget sekaligus. Setiap metrik memakai kolom waktunya sendiri, jadi tren omzet mengikuti tanggal pesanan sementara harga pokok mengikuti tanggal pengiriman barang.
Tiga metrik tidak terpengaruh filter tanggal karena sifatnya saat ini: Nilai Stok, Stok Menipis, Stok Habis, dan MRR.
Kalau angkanya terlihat aneh
- Omzet lebih kecil dari perkiraan — cek apakah pesanan masih berstatus Draft. Keranjang Point of Sale yang belum disubmit tidak dihitung sebagai penjualan, begitu juga pesanan yang dibatalkan.
- Margin nol atau sama dengan omzet — produk belum punya harga modal, atau barang belum dikirim sehingga belum ada pergerakan stok yang tercatat.
- Nilai stok nol padahal barang ada — pastikan produk mengaktifkan lacak inventaris dan stok berada di lokasi internal.
- Pelanggan berulang nol — kemungkinan pesanan dibuat tanpa memilih kontak.
Baca juga: Memahami kartu ringkasan di halaman Pesanan dan Melacak inventaris dengan pergerakan stok.